Apa Kita Masih Mengeluh?..


seorg perempuan hrs berbaring lbh dr 24 jam di meja melahirkan sebuah klinik bersalin. sementara selang cairan infus berisi Cyntocinon tersambung melalui pembuluh vena ditangannya. dokter kemudian memberikan beragam alternatif utk membantu persalinannya. tiga kali proses kelahiran, dan semuanya merupakan persalinan yg teramat sulit..

ketika menyaksikan keringat, air ketuban, dan darah tercurah, saya jd tau, bahwa para perempuan, menempuh resiko yg begitu berat utk melahirkan. dan ketika sang bayi menampakkan wajah mungilnya, yg pertama kali berjingkrak dimuka bumi ini adl para lelaki..

skrg saya tau, bahwa resiko yg ditempuh para perempuan itu tiada terperikan, kita para lelaki..

jk tau sesuatu akan menyebabkan kita mati, pasti akan menjauhi. padahal, kita jarang skali dihadapkan pd pilihan antara hidup dan mati utk menjaga keluarga kita..

kaum Ibu, meski tau bahwa mrk bs sj meninggal ketika melahirkan, tp mrk menjalaninya juga.. kaum ibu, jarang mengeluh kpd suaminya. meskipun hamil itu bknlah saat dimana sgala sesuatunya trasa nyaman. mrk mual dan muntah2. bahkan ada yg hrs diinfus krn tak sesuap makananpun dpt bertahan diperutnya. sementara si jabang bayi terus menerus menyerap nutrisi yg ada di tubuhnya. tp, lelaki seperti kita, paling sering mengeluhkan ini dan itu. padahal, ketika kita pergi ke kantor, kita tdk dihadapkan pd sesuatu yg bs menyebabkan kita mati. dlm perjalanan menuju kantor, kita tdk sambil mual muntah. dan dikantor, kita selalu bs mkn enak..

kaum ibu jarang mengeluh, meski mrk tau bahwa hamil dan melahirkan itu sakit lg perih.. ketika merasa sdh mjd seorg eksekutif hebat ato pengusaha sukses, kita msh jg menggugat, apa hubungannya semua itu dgn kesuksesan kita dlm karir dan bisnis? memang, banyak lelaki lajang yg sukses. itu menunjukkan bahwa tanpa perempuan, kita para lelaki bs sukses. bisa ya, bisa tdk. tetapi, setdknya, itu tdk berlaku bagi para lelaki yg sdh beristri. bagi para suami, perempuan yg mendampinginya tdk bs dianggap sekedar pelengkap. sekalipun mrk tetap tingal dirmh utk menjaga anak2, bknnya pergi ke kantor dan bekerja seperti kita. bkn sekedar pelengkap. sebab, nyatanya, kita para lelaki yg menyukai kendaraan ini tdk berani mengatakan bahwa busi hanyalah sekedar pelengkap dr mobil yg kita kendarai. busi bkn pelengkap, melainkan inti bg segala system pembakaran dlm mesin mobil kita. dan istri, sama sekali bkn pelengkap. melainkan slh satu komponen penting yg mjdkan kehidupan karir kita mjd utuh. bahkan, seorg lajang suksespun, pd saatnya nanti, akan tau bahwa berlabuh dlm pelukan seorg perempuan sepulang kerja, adl hal terpenting yg dibutuhkan oleh para lelaki, agar bsk pagi, pekerjaan mrk mjd menarik lg utk dieksplorasi..

dan saya tau, tidaklah mungkin utk membayar semua jerih payah Ibu saya. dan ketika siang itu saya mendptkan berita tentang meninggalnya seorg perempuan dlm proses persalinan, saya tau bahwa, Ibu saya, telah menempuh resiko yg sama disaat pertama kali saya menghirup udara. krn utk mjdkan saya hidup, Ibu saya bersedia melakukan apa saja, sekalipun itu bisa berarti menyerahkan hidupnya sendiri..

Ibu, dihari ketika aku dilahirkan, segalanya telah engkau pertaruhkan. hanya utk sekedar memberiku kesempatan, agar bs berteriak dihari itu..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s