Kiat menghadapi stress


Kiat berikut ini pernah saya baca di majalah Tarbawi, lupa edisi berapa. Ada beberapa yang saya kurangi atau tambah-tambahin tentu saja tanpa maksud untuk mengurangi nilai-nilai hikmahnya. Kurang lebihnya, maafkanlah…

#1. Kendalikan Keinginan.
Semakin kuat keinginan, ancaman stress semakin besar. Karenanya, kendalikan setiap keinginan. Bukan berarti tidak boleh mempunyai tekad kuat mencapai sesuatu. Hanya saja kadangkala kita tidak seimbang memposisikan diri dalam mengejar cita-cita. Lunakkan keinginan sehingga akhirnya bisa dicapai dan menjadi kenyataan.

#2. Kenali kemampuan dan potensi diri dengan baik.
Seseorang akan menjadi lebih bahagia bila mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang berguna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ingatlah bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.
Jadi, mengutip pendapat suami saya, saya hanya punya satu kelebihan yakni TIDAK PUNYA KEKURANGAN. semua yang ada pada diri saya adalah suatu kelebihan (lebih pendek, lebih pemarah, lebih …. pokoknya semua lebih deh!) Yakinlah bahwa setiap orang punya tugas dan kewajiban masing-masing di muka bumi ini dan untuk itu ia diciptakan dengan segala kelebihan yang dimilikinya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

#3. Berpikir positif.
Ada pepatah kuno yang mengatakan : “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN” (beneran ada pepatah seperti ini?). Maksudnya, daripada terus dongkol karena mati lampu, nyalain lilin dong! Kan jadi terang. Pake Emergency Lamp lebih bagus lagi.
Pokoknya gitu deh… Positive In, Negative Out.
Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.
Melihat segala sesuatu itu harus dari sisi baiknya. Jangan terus menerus memikirkan sisi negatifnya. Dengan kacamata hitam seperti itu, yang muncul adalah keinginan yang tidak dinginkan.

#4. Ekspresikan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan dalam berbagai bentuk.
Cobalah berbicara pada orang lain, menyanyi, tertawa (asal jangan berlebihan), nangis, atau menulis puisi seperti yang dilakukan Adit (bentar lagi orangnya datang nih!). Yang paling baik adalah menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bisa memberi nasehat, menghibur dikala susah, mengingatkan dikala khilaf, pokoknya bersahabatlah dengan orang baik *seperti saya (protes = iri)*

#5. Tingkatkan iman.
Ini solusi yang paling penting.
Manusia itu terdiri dari 3 unsur : Fisik, Akal, Ruh. Ketiganya harus diberi makan agar tetap hidup dan berkembang.
Makanan fisik adalah : makanan dan minuman
Makanan Akal adalah : Ilmu pengetahuan (kenapa juga linknya ke tempat Rezki? Btw, tengkyu buat semua ilmunya)
Makanan Ruh adalah : Iman.

Kelimanya memang gampang diucapkan dan dinasehatkan pada orang lain, tapi kenyataannya susah banget diterapkan. Perlu latihan ekstra dan semangat juang tinggi.
Kadangkala kita mengerti secara teoritis, tapi nyatanya kita tidak siap mental. Jadi terus SEMANGAT !!!!



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s