Mengatasi RPM Mesin Mobil Naik Turun


Pada mesin mobil yang sudah berumur, sering mengalami tiba-tiba suara mesin ”meraung” sendiri. Itu terjadi tanpa menginjak pedal gas. Ini pertanda RPM mesin tidak stasioner.

Biasanya, RPM mesin mobil naik turun tidak stasioner terjadi ketika dalam kecepatan rendah atau dalam keadaan berhenti dan ketika suhu mesin panas. Hal ini pun akan mengakibatkan perpindahan gigi persneling menjadi keras dan bunyi kasar. Kalau ini di biarkan pada mobil bertransmisi manual, akan menyebabkan kampas kopling cepat aus habis terkikis.

Bila kondisi RPM mesin tidak stasioner ini terjadi pada mobil bertransmisi otomatis, maka berpengaruh pada pemindahan gigi persneling dari netral ke D. Perpindahan gigi persneling akan terasa keras dan seperti dipaksakan. Efeknya dari mesin tidak stasioner akan memperpendek usia transmisi. Selain itu mobil bisa meluncur cepat secara tiba-tiba.

Selain di alami oleh mobil yang sudah berumur, kejadian RPM mesin mobil naik turun tidak stasioner juga dialami oleh mobil injeksi yang mengalami kerusakan pada kontrol sistem injeksinya.

Kebanyakan orang mengira, penyebab RPM mesin naik turun pada mobil injeksi akibat dari servo idle speed control (ISC). Bisa juga diakibatkan oleh komponen yang membuat kinerja ISC tidak optimal.

Sebagai langkah awal untuk mengatasi RPM mesin mobil naik turun tidak stasioner, cek dulu kondisi komponen ISC. Indikasi terbesar karena kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kotoran atau kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar (combusion chamber).

Untuk menghilangkan kotoran pada katur servo, cukup dibersihkan menggunakan lap atau cairan khusus. Hati-hati dalam membersihkan dan jaga jangan sampai kotor lagi. Jika sparepart mobil ini rusak, biaya penggantian cukup mahal. Bisa sampai angka jutaan.

Sedari yang sudah di sebutkan tadi, penyebab RPM mesin tidak stasioner bisa juga disebabkan oleh hal lain. Bila setelah cek bagian ISC dan ternyata tidak bermasalah, mungkin bisa karena hal lain. Untuk itu cek hal-hal berikut ini:

  1. Bersihkan saringan udara dan air flow sensor unit. Lakukan perwatan rutin dan penggantian sesuai rekomendasi buku manual.
  2. Bersihkan dan cek kondisi throttle body, injektor, EGR Valve.
  3. Cek selang vacuum. Jangan sampai selang vacuum tersumbat oleh kotoran, walaupun cuma sedikit. Harus benar-benar bersih salurannya.
  4. Cek kondisi sensor-sensor mesin, dan lakukan perawatan berkala sesuai yang dianjurkan.

Yang tersebut diatas merupakan langkah-langkah awal dalam mengatasi RPM masin naik turun tidak stasioner bila terjadi pada mobil. Bila setelah dilakukan langkah-langkah diatas tetap saja RPM mesin tidak stasioner, ada baiknya mobil dibawa ke bengkel resmi pabrikan atau bengkel lengganan yang rekomended.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s