Beberapa Gangguan Pada Sistem Transmisi


Kopling

1. Kopling Selip

Kopling selip yang ditandai dengan kendaraan tidak bertambah cepat meskipun pedal gas dipijak dan putaran mesin sudah tinggi (sering disertai bau seperti karet terbakar).

Kemungkinan Penyebab :

  • Langkah bebas kopling terlalu pendek (jarak dari pedal kopling mulai dilepas, kopling terasa sudah terpasang, hingga pedal kopling tidak diinjak sepenuhnya. Bila jarak ini terlalu pendek, kopling akan selip. Setel sesuai ketentuan. Permukaan kopling aus menyebabkan hubungan kopling menjadi tidak rekat dan terjadi gesekan pada permukaan kopling. Gesekan ini menimbulkan panas dan bau).
  • Permukaan kopling sudah aus.
  • Gangguan pegas penekan (pegas penekan yang lemah meyebabkan hubungan kopling tidak menempel dengan baik).

Untuk memeriksa masalah di atas merupakan akibat dari kopling yang selip atau bukan, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Hidupkan mesin dan pasang rem parkir/ rem tangan.
  • Injak pedal kopling dan masukkan persneling ke gigi 1.
  • Injak pedal gas untuk meningkatkan putaran mesin agak lebih tinggi sambil perlahan-lahan angkat pedal kopling. Jika putaran tidak berubah atau mesin cenderung tidak mati, maka kopling berada dalam keadaan selip. Kopling selip menunjukkan daya/putaran mesin tidak dapat diteruskan dengan sempurna ke sistem roda gigi transmisi. Bau terbakar akibat hubungan kopling tidak rekat sehingga terjadi gesekan yang kuat pada permukaan kopling yang lalu menjadi panas dan terbakar. Pada awalnya gejala kopling selip ini cukup sulit diketahui.

Bila ada gejala kopling selip bawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut, jika perlu kopling diganti.

2. Gigi Tidak dapat Dipindahkan

Gigi tidak dapat dipindahkan meskipun pedal kopling sudah diinjak penuh, kemungkinan penyebabnya :

  • Kopling tidak bisa dibebaskan dengan baik.
  • Untuk kopling hidrollik disebabkan :
  1. Kerusakan piston atau silinder pada sistem hidrolik.
  2. Udara masuk dan bercampur dengan minyak.

Untuk pemeriksaan dan perbaikannya, kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Kopling yang tidak bisa dilepaskan secara sempurna dapat menggesek pada saat pedal diinjak penuh. Kopling yang menggesek ditandai jarak antara pedal kopling dan lantai, yaitu sekitar 20 % dari jarak antara pedal kopling dalam keadaan tidak diinjak

Pemeriksaan kopling yang menggesek dapat dilakukan dengan cara :

  1. Ganjal roda-roda kendaraan, pasangkan rem parkir/rem tangan. Start mesin dan biarkan bekerja tanpa menginjak pedal gas.
  2. Masukkan gigi persneling pelan-pelan pada gigi yang rendah tanpa menginjak pedal kopling. Pemindahan persneling yang terlalu cepat menyebabkan roda gigi rusak dan kendaraan berjalan. Perhatikan bunyi pada roda gigi, getaran tongkat persneling, dan pedal kopling. Sementara injak pedal kopling dengan pelan.
  3. Pada kedudukan tertentu dari pijakan kopling, bunyi getaran roda gigi akan berhenti dan tongkat persneling dapat dipindahkan dengan mudah.
  4. Ukur jarak antara lantai dan pedal kopling pada saat bunyi atau getaran hilang. Lakukan beberapa kali agar diperoleh hasil yang maksimal.
  5. Jika jarak yang diperoleh kurang dari 20% dari jarak antara pedal kopling dan lantai pada saat tidak diinjak, maka kopling dalam keadaan menggesek. Atur lagi jarak yang tepat di bengkel.

Bunyi-bunyi tidak normal bisa juga disebabkan roda gigi sinkromes rusak. Hendaknya dapat dibedakan kesalahan yang terjadi, yang dalam beberapa hal menunjukkan gejala yang sama.

 

Untuk kopling hidrolik, periksa minyak dalam reservoirnya. Perhatikan tanda maksimum dan minimum pada reservoir, jika tampak ada kekurangan, tambahkan, tetapi jangan sampai melewati tanda maksimum, karena dapat tumpah ke luar. Selanjutnya periksa kebocoran yang mungkin terjadi. Kebocoran biasanya ditandai bau khas minyak rem yang menyengat. Bagian yang perlu diperiksa adalah karet-karet penutup silinder.

Adanya udara dalam sistem minyak kopling, meski sedikit, dapat menyebabkan kemacetan-kemacetan sistem kopling. Buang udara dari saluran-saluran minyak kopling.

 

3. Getaran Di Tongkat Persneling dan Setir

Pada saat kendaraan akan berjalan dan pedal kopling mulai dilepaskan pelan-pelan, badan kendaraan, tongkat persneling, dan setir bergetar keras. Setelah pedal kopling dilepas penuh, getaran-getaran menghilang.

Kemungkinan penyebabnya :

  • Kontak antara permukaan kopling tidak tepat.
  • Kerusakan pegas atau karet penahan puntiran pada kopling.
  • Kopling aus, sehingga paku keling terlepas.

 

Bunyi atau getaran merupakan tanda pemindahan daya yang tidak sempurna pada sistem kopling. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan menyeluruh dari pelat kopling, kedudukan pelat kopling, pelat penekan, pegas penekan, dan bearing penekannya. Pemeriksaan atau perbaikan sebaiknya dilakukan di bengkel, karena tidak mudah dan memerlukan waktu yang relatif lama.

 

Sistem Roda Gigi Transmisi

1. Pemindahan gigi tidak lancar disertai bunyi roda gigi yang kasar

Pemindahan gigi tidak lancar disertai bunyi roda gigi yang kasar, kemungkinan penyebabnya :

  • Cara mengemudi kurang tepat.
  • Kopling tidak terbebaskan penuh.
  • Kerusakan roda gigi sinkromes.
  • Mekanisme sistem tongkat pemindah gigi terganggu.

 

Beberpa hal yang bisa kita lakukan untuk memeriksa dan melakukan perbaikan diantaranya :

  • Jika injakan pedal kopling kurang dalam, pemindahan gigi kurang lancar karena kopling tidak terbebaskan penuh. Yakinkan injakan kaki pada pedal kopling saat injakan kaki pada pedal kopling saat pemindahan gigi. Lakukanlah hal berikut untuk memastikan cara pemindahan gigi yang benar :
  1. Saat kendaraan dalam posisi parkir, injak pedal kopling dan masukkan persneling ke gigi 1 atau mundur. Coba dengan dua kali injakan pada pedal kopling.
  2. Saat kendaraan sedang berjalan, pindahkan persneling ke posisi netral sebelum mendapatkan gigi yang dituju. Sebaiknya dengan menginjak pedal kopling dua kali sebelumnya. Jika pemindahan gigi telah dilakukan dengan baik, tetapi kesulitan masih ada, berarti terjadi gangguan.
  • Kopling tidak dapat dibebaskan dengan sempuma disertai bunyi tumbukan roda gigi. Atur posisi injakan pedal kopling.
  • Roda gigi sinkromes rusak menyebabkan pemindahan gigi tidak lancar disertai bunyi gemetar dari roda gigi. Turunkan laju atau putaran mesin untuk memindahkan gigi persneling. Periksa sistem roda gigi transmisi secara menyeluruh di bengkel. Pada beberapa jenis kendaraan, terutama buatan tahun yang lama tidak dilengkapi sistem sinkromes, sehingga pada saat pemindahan gigi ke tingkat yang lebih rendah, putaran harus diturunkan dan terdengar bunyi roda gigi, tetapi bukan merupakan gejala kerusakan.
  • Mekanisme tongkat pemindahan gigi yang tidak langsung ke bak roda gigi persneling, mungkin mengalami gangguan pada batang-batang penghubungnya.

 

2. Pada saat kendaraan berjalan, posisi gigi persneling tiba- tiba berpindah ke posisi netral atau macet (susah dipindahkan).

Kejadian ini terjadi kemungkinan dikarenakan oleh :

  • Gangguan pada sistem pemindah gigi.
  • Bantalan aus.

Beberapa pemeriksaan dan perbaikan yang bisa kita lakukan :

  • Batang-batang penghubung mekanisme tongkat pemindahan gigi yang tidak langsung menuju bak roda gigi persneling menyebabkan gangguan lebih besar dibandingkan dengan yang langsung menuju bak persneling. Sambungan pada batang penghubung aus menyebabkan pemindahan gigi tidak sempurna dan roda gigi belum berpasangan dengan benar. Akibatnya, karena getaran atau guncangan, hubungan roda gigi terlepas. Batang penghubung pemindah gigi aus juga dapat menyebabkan kemacetan pada saat persneling dipindahkan. Banyak gangguan pemindahan gigi persneling terjadi karena kopling tidak dapat dilepaskan dengan sempurna. Yakinkan sistem pelepasan kopling telah sempurna sebelum memeriksa sistem pemindah gigi.
  • Bantalan poros aus menyebabkan kedudukan roda gigi tidak tepat. Akibatnya, hubungan roda gigi tidak benar.

 

3. Bunyi dari bak persneling

Kemungkinan penyebabnya adalah :

  • Kekurangan minyak pelumas atau minyak pelumas tidak tepat.
  • Keausan atau kerusakan pada komponen dalam bak persneling.

 

Pemeriksaan dan perbaikan yang bisa kita lakukan :

  • Jika terdengar bunyi dari bak persneling, berhentilah dan pastikan dengan menginjak pedal kopling. Apakah bunyi masih terdengar? Jika bunyi hilang, berarti datang dari bak persneling. Periksa minyak dalam bak persneling. Jika kurang tambahkan, jika terdapat serbuk-serbuk logam, ganti minyak pelumas. Gunakan minyak pelumas yang tepat.
  • Gangguan komponen dalam bak persneling memerlukan pemeriksaan. Sebaiknya bawa bengkel.

Poros Penggerak

1.Kendaraan bergetar pada saat kecepatan sedang hingga tinggi, tetapi terasa bukan dari roda-roda.

Hal ini kemungkinan terjadi karena :

 

  • Poros penggerak melengkung.
  • Gangguan pada komponen-komponen sambungan universal.

Untuk kasus ini, kita bisa melakukan pemeriksaan dan perbaikan, diantaranya :

  • Barangkali poros penggerak menghantam benda keras hingga terdeformasi (tidak lurus lagi). Akibatnya, getaran timbul saat poros berputar. Jalankan kendaraan pada kecepatan yang tidak menimbulkan getaran. Jika dipaksakan dapat membahayakan.
  • Bantalan, universal joint, atau baut-baut tidak sempurna. Karena aus atau longgar, mengakibatkan poros mudah bergoyang/ bergetar saat kecepatan agak tinggi. Jalankan kendaraan pada kecepatan yang aman atau tidak menimbulkan getaran.

 

2. Pada saat berjalan, saat kopling diinjak, atau gigi persneling dalam posisi netral, terdengar bunyi menderu dari bagian bawah kendaraan.

Hal ini kemungkinan terjadi karena :

  • Kerusakan pada bantalan universal joint.
  • Keausan gerigi poros.
  • Baut sambungan poros penggerak longgar.

Bunyi seperti tersebut menunjukkan ada gangguan pada komponen sambungan/hubungan dari poros penggerak. Sambungan poros aus atau longgar dan bisa patah jika kecepatan ditambah mendadak atau berputar terlalu cepat. Jalankan dengan hati-hati ke bengkel.

 

Roda Gigi Difensial

 

Terdengar bunyi menderu dari bawah bagian belakang saat kendaraan dalam kecepatan sedang, suara ini kemungkian diakibatkan oleh :

  • Minyak pelumas roda gigi differensial kurang.
  • Roda-roda gigi differensial berpasangan kurang tepat atau bantalannya rusak.

Beberapa pemeriksaan dan perbaikan yang bisa kita lakukan diantaranya :

  • Asal bunyi tersebut sulit dipastikan. Untuk memeriksanya, peganglah bak roda gigi differensial. Jika terasa panas (>45 “C), kemumgkinan bak differensial rusak.
  • Untuk memeriksa kedua masalah di atas, dongkraklah bagian belakang kendaraan hingga kedua roda belakang terangkat.Putar roda-roda belakang dengan tangan dan perhatikan bunyi yang ditimbulkannya.

 

 

 


One Comment on “Beberapa Gangguan Pada Sistem Transmisi”

  1. owbhamster mengatakan:

    Kunjungan pertama gan , yuk jalan2 ke blog sy.trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s